Copyright © Ummu Sumayyah's Online Market
Design by Dzignine
Friday, 28 February 2014

Cara Berhijab Yang Betul Bagi Kaum Wanita

Bismillah

Teks : Ummu Sumayyah

Sesungguhnya banyak keutamaan tentang berhiijab, dengan berhijab menjadikan kaum wanita mempunyai kedudukan yang tinggi, kemuliaan dan kewibawaan yang besar, terpuji, menjadikannya suri tauladan yang baik, permata yang mahal dan indah yang terjaga dari gangguan orang- orang jahat dan aman dari tipu daya orang-orang yang yang mempunyai niat yang buruk. Oleh karena itu Allah subhanahu wa ta’ala mewajibkan hijab serta memuliakan ibu-ibu kaum mukminin dengannya serta anak-anak Nabi yang terpercaya, yang mereka mempunyai iman dan keyakinan. 

Alloh subhanahu wa ta’ala berfirman :


“Hai Nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu dan Allah adalah Ghofur (Maha Pengampun) lagi Rohim (Maha Penyayang).” [QS. Al-Ahzab:59]

Kelebihan Berhijab :

1. Hijab Syar’i sesuai dengan fitrah yang selamat: dan Allah subhanahu wa ta’ala telah menjadikan fitrah kepada hambanya untuk menutup aurat, oleh karena itu ketika bapak kami Adam dan ibu kami Hawa memakan buah dari pohon yang membuat kelihatan aurat mereka, maka keduanya bersegera untuk menutupnya. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

“Tatkala keduanya telah merasai buah kayu itu, nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya, dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun syurga. Kemudian Robb mereka menyeru mereka: Bukankah aku telah melarang kamu berdua dari pohon kayu itu dan aku katakan kepadamu. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua?” [QS. Al-‘Araaf:22]

Semangat dan jiwa yang baik untuk menutup aurat, termasuk dari tanda-tanda kekuasaan Allah subhanahu wa ta’ala subhanahu wa ta’ala dalilnya :


“Hai anak Adam, Sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa, Itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.” [QS. Al-‘Araaf:26]

Meremehkan hijab Syar’i, dan membuka aurat serta tidak menjaganya adalah menidakkan fitrah yang bersih, bahkan ini termasuk dari perilaku jiwa yang buruk. Allah subhanahu wa ta’ala berkata:


“Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaitan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapamu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya ‘auratnya.” [QS. Al-A’raaf:27]

2. Hijab Syar’i adalah merupakan ketaatan kepada Alloh dan Rosul- Nya. Allah subhanahu wa ta’ala berkata:

“Barangsiapa taat kepada Allah dan Rosul-Nya, nescaya Allah memasukkannya kedalam syurga yang mengalir didalamnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan Itulah kemenangan yang besar.” [QS. An-Nisa’:13]

“Dan barang siapa yang taat kepada Alloh dan Rosul-Nya dan takut kepada Allah dan bertaqwa kepada-Nya, Maka mereka adalah orang- orang yang mendapat kemenangan.” [QS. An-Nur:52]

“Dan Barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, Maka Sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.” [QS. Al-Ahzab:71]

“Dan Barangsiapa yang taat kepada Allah dan Rosul-Nya; niscaya Allah akan memasukkannya ke dalam syurga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai dan barang siapa yang berpaling nescaya akan diadzab-Nya dengan adzab yang pedih.” [QS. Al-Fath:17]

Meremehkan hijab Syar’i adalah maksiat kepada Allah dan Rosul-Nya, Alloh subhanahu wa ta’ala berfirman:


“Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rosul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. dan Barangsiapa mendurhakai Allah dan Rosul-Nya Maka sungguhlah Dia telah sesat, sesat yang nyata.” [QS. Al-Ahzab:36]

3. Hijab Syar’i adalah penyuci untuk hati, Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

 “Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (isteri- isteri Nabi), Maka mintalah dari belakang tabir. cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka.” [QS. Al-Ahzab:53]

Meremehkan hijab Syar’i sebab terhalangnya dari pembersihan hati yang sempurna, bahkan itu termasuk dari sebab-sebab rosaknya hati.

4. Hijab Syar’i adalah sebab terbesar penjagaan dari gangguan para penjahat, serta menutup kesempatan bagi siapa yang mempunyai penyakit hati. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

“Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu.” [QS. Al-Ahzab:59]

Dan dari sini, kita mengetahui bahwasanya sebab terbesar pelindung bagi wanita adalah wajibnya memakai hijab. 

Allah subhanahu wa ta’ala telah berfirman:

“Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah Perkataan yang baik.” [QS. Al-Ahzab:32]

Apabila orang-orang yang jahat menginginkan sesuatu dari perempuan dengan sebab suaranya lembut, maka bagaimana pula kalau dia melihatnya berhias tanpa memakai hijab??

5. Hijab Syar’i adalah mahkota diatas kepala perempuan yang menunjukkan tentang semangatnya untuk memerbaiki dirinya, dan menjauhkan apa yang menggangunya dan menodai kehormatannya. Dan hal tersebut menunjukkan tentang selamatnya dia dari jalan-jalan keburukan, perantara-perantara kerusakan dan penyeru tabarruj (berhias). Dan senjata yang menunjukkan tentang kuatnya perempuan dalam menghadapi musuh-musuh islam. 

Meremehkan hijab akan memalingkan perhatian manusia ke kepala perempuan yang hal itu menunjukkan tentang lemahnya dia dalam menghadapi penyeru keburukan dan perantara kerusakan.

6. Hijab Syar’i adalah sebab terbesar selamat dari neraka dan keberuntungan di surga. Pada Sahih Muslim (2128) dari Abu Hurairah radhiyAllohu ‘anhu berkata: bersabda Rosululloh shallallahu ‘alayhi wa sallam:

“Dua jenis dari penduduk neraka yang tidak pernah aku melihat keduanya: kaum yang bersamanya cambuk seperti ekor sapi, yang dibuatnya untuk memukul manusia. Dan wanita yang berpakaian telanjang, berlenggak lenggok, yang kepala mereka seperti punuk Unta, mereka tidak masuk syurga, dan tidak pula mencium baunya, dan baunya itu bisa dicium dari perjalanan dari sini sampai sana.”

Dan dalam musnad Imam Ahmad (4/197) dari ‘Amr bin ‘Ash radhiyAllohu ‘anhu dia berkata:

Ketika kami bersama Nabi ` beliau berkata: “Lihatlah, apakah kalian melihat sesuatu??” maka kami katakan: “Kami melihat sekumpulan gagak yang diantara gagak tersebut putih kedua sayapnya yang merah paruhnya dan kedua kakinya.” Dan Rosululloh ` bersabda: 

“Tidak akan masuk syurga dari kalangan wanita kecuali mereka yang seperti gagak dalam sekelompok gagak-gagak tersebut.”

Dan itu adalah sebab dari maksiat serta meremehkan tentang hijab. (والأعْصَم) adalah yang putih kedua sayapnya, atau yang putih kedua kakinya. [An-Nihayah]

7. Hijab Syar’i menunjukkan tentang bagusnya mendidik, menjaga dan nasihat dari kedua orang tua. 

Meremehkan hijab Syar’i menunjukkan tentang kelalaian dalam mendidik anak perempuan, peremehan yang berbahaya dan kelalaian yang parah. Dan dalam Shohih Al-Bukhori (750) Muslim (142) dari Ma’qil bin Yasar radhiyAllohu ‘anhu berkata:

 Rosululloh shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda :


“Dan tidaklah seorang hamba yang Allah berikan dia kekuasaan, kemudian tidak menunaikan dengan nasihat kecuali dia tidak mencium baunya surga.”

Dan dalam Sahih Al-Bukhori (5200) Muslim (1829) dari ‘Abdillah bin ‘Umar berkata: bersabda Nabi shallallahu ‘alayhi wa sallam bersbada :

“Semuanya adalah pemimpin, dan setiap yang memimpin akan ditanyai tentang apa yang dipimpinnya. Dan seorang lelaki adalah pemimpin di keluarganya, dan ditanya tentang kepemimpinannya, dan perempuan di dalam rumah suaminya adalah pemimpin, dan akan ditanya tentang kepemimpinannya.” Dan anak perempuan termasuk dari kepemimpinannya.

8. Hijab Syar’i menunjukkan tentang kecemburuan bapak-bapak, suami- suami dan walinya tentang kehormatannya. 

Meremehkan hijab Syar’i menunjukkan, bermakna  tidak pedulinya tentang kehormatan yang mahal. 

Dari Sa’id bin Zaid radhiyAllohu ‘anhu berkata, Nabi shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda :

“Barang siapa dibunuh karena kehormatannya, maka dia syahid.”

9. Hijab Syar’i adalah tanda bagi perempuan untuk menjadi suri tauladan yang baik dikalangan perempuan. 

Meremehkan hijab Syar’i adalah sebab terhalangnya dari suri tauladan yang baik, bahkan menjadi contoh yang buruk bagi anak-anak perempuannya dan saudara perempuannya. 

Alloh subhanahu wa ta’ala bersabda:

“Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan yang Amat keji itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, maka bagi mereka azab yang pedih di dunia dan di akhirat. dan Allah  Maha mengetahui, sedang, kamu tidak mengetahui.” [QS. An-Nur:19]

10. Hijab Syar’i merupakan sebab terbesar selamatnya masyarakat dari fitnah, kerusakan dan kehancuran: dalam Al-Bukhori (5096) Muslim (2741) dari Usamah bin Zaid radhiyalAllohu ‘anhuma dia berkata 

Rosululloh shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda:

“Tidaklah aku tinggalkan setelahku fitnah yang lebih berbahaya bagi laki-laki dari pada wanita.”

Dan Shohih Muslim (2742) dari Abi Sa’id Al-Khudri berkata: bersabda
 

Rosululloh shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda :

“Hati-hatilah dari dunia, dan hati-hati dari wanita, kerana sesungguhnya awal fitnah Bani Isra’il terjadi di sebabkan wanita.”

Meremehkan hijab Syar’i termasuk dari sebab rosaknya masyarakat dan jalan yang boleh menjerumuskan seseorang wanita itu jatuh dalam perbuatan keji dan mungkar. 

Dan dalam Al-Bukhori (6612) Muslim (2657) dari Abi Huroiroh radhiyAllohu ‘anhu berkata: bersabda Rosululloh shallallahu ‘alayhi wa sallam:

Telah dituliskan kepada Bani Adam bahagiannya dari zina yang akan dia dapati hal itu, kedua mata zinanya dengan melihat, kedua telinga zinanya dengan mendengar, lisan zinanya dengan berbicara, tangan zinanya dengan bertindak, kaki zinanya dengan berjalan, hati dengan hawa nafsu akan membayangkan dan akhir sekali yang akan membenarkan dan mendustakan hal tersebut adalah kemaluan.” 

Maka sungguh mulianya keutamaan hijab Syar’i. Dan alangkah ruginya bagi siapa yang meremehkan hal ini.

Adapun syarat-syarat hijab Syar’i yang terdapat pada dalil-dalil adalah seperti berikut:

1. Harus menutup seluruh tubuhnya secara sempurna.
 

2. Harus tertutup tidak tipis.
 

3. Harus lebar tidak boleh sempit, apabila tipis atau ketat maka tidak terjadi penutup yang wajib.

4. Tidak boleh pakaian yang asalnya adalah hiasan.


5. Tidak boleh pakaian syuhroh (semua pakaian yang menyelisihi syari’at).


6. Tidak memakai wewangian.


7. Tidak menyerupahi pakaian laki-laki.


8. Tidak menyerupai pakaian wanita kafir.




Wallahu a'lam.


Sumber : asy-Syaikh ‘Abdulloh bin Ahmad al-Iryani





0 comments:

Post a comment